Rabu, 16 Januari 2013

Stres Karena Jerawat

           Pagi hari ini hariku tidak seperti biasanya. Biasanya aku bangun selalu jam 04.00 dan melaksanakan Shloat Subuh, tetapi hari ini aku bangun kesiangan dan alhasil telat melaksanakan sholat subuh. Karena semalam habis begadang menonton bola. Kaget sekali ketika saya bangun ternyata sudah jam 06.25. Karena kebetulan orang tua saya sedang di luar kota, jadi tidak ada yang membangunkan saya ketika telat bangun. Dan yang membuat saya lebih kaget ternyata jerawat yang sudah hapir hilang ternyata muncul kembali, bahkan lumayan besar dan ada dua !!. Itu cukup membuat saya stres. Sudah mandi tergesa - gesa, terpaksa stidak makan, ditambah TIMBUL JERWAT pula.

          Sudah berbagai cara saya lakukan untuk menghilangkan jerawat ini. Mulai dari yang paling saya tidak suka (dipaksa ibu perawatan wajah di salon yang rasanya sangat sakit ketika jerawat saya dipencet oleh pegawai slon itu), memakai pembersih muka yang katanya bisa menghilangkan jerawat, sampai pakai minyak zaitun. Tapi jerawat ku tak kunjung hilang. Mungkin benar kata ibu saya, jerwat ku ini tidak mungkin sembuh karena ini memang akibat masa pubertas (peningkata hormon) bukan karena penyakit. Yang bisa saya lakukan sekarang hanya bersabar menunggu jerwatku hilang seiring dengan perginya masa pubertasku ini. TAPI KAPAAAAAAAANN ?!?!?!?!?!  

Rabu, 28 November 2012

Puisi untuk guru


JASA SEORANG GURU



Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari segala gelap dunia 
  
Engkau bagai angin
Yang menyejukan pikirian
Pikiran yang ditusuk kebodohan   
Kau berikan segala ilmu yang kau punya
Sehingga aku menjadi pintar
 
Tiada kata seindah katamu
Tiada penawar seindah senyuman mu
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Menabur benih tanpa rasa lelah 
 
Hari demi hari begitu cepat berlalu
Ku tau langkahmu penuh pengorbanan
Engkau memang pahlawan tanpa tanda jasa
 
 Oh guru...
Maafkan aku ketika ku berbuat salah 
Hanya kata terima kasih yang dapat ku ucapkan
Terima kasih wahai guruku 
  

Kamis, 27 September 2012

Hikmah Ramadhan




Meningkatnya Ibadah Setelah Ramadhan Pergi

 Menurut saya Ramadhan kali ini adalah yang paling sempurna dan terasa keistimewaannya selama hidup saya. Mungkin karena tahun-tahun yang lalu sebelum Ramadhan tahun ini Sholat 5 waktu saya tidak sempurna, sering melakukan dosa, jarang melaksanakan sholat di masjid kecuali Sholat Maghrib, Isya dan Tarawih, meski orang tua sudah menyuruhku. 

Tapi Alhamdulillah, selama Ramadhan tahun ini saya mengalami peningkatan yang sangat drastis. Sholat 5 waktuku tidak pernah terlewat, bahkan saya menambahnya dengan sholat sunah tahjud dan dhuha, tadarusku semakin banyak, dan rasanya Iman saya semakin tebal.

Ketika bulan Ramadhan hampir usai, aku mengalami rasa takut. Padahal pada Ramadhan tahun yang lalu aku tidak pernah merasa setakut ini. Aku takut karena, apakah setelah Ramadhan ini aku bisa melakukan Sholat Tahajud yang dilanjutkan dengan Sholat Subuh di Masjid yang rasanya sungguh nikmat, apakah aku bisa melakukan sholat Dhuha sebelum berangkat sekolah, apakah tadarusku akan tetap sebanyak saat Ramadhan ini, apakah aku bisa makan dan berkumpul bersama keluarga ketika buka dan sahur ?. Itulah salah satu yang aku takutkan.

Ternyata setelah Ramadhan benar-benar pergi, Allah memberikan aku kesanggupan dan kemauan untuk melakukan hal-hal tadi. Hampir setiap hari aku melakukan Sholat Tahajud dan Dhuha, Setiap hari aku melaksanakan Sholat Subuh di Masjid walaupun kadang-kadang dibangunkan orang tua tapi aku tetap berusaha melasanakannya.

Sungguh indah Ramadhan, semoga aku bisa berjumpa lagi dengan bulan istimewa itu dan aku bisa mendapat hidayah agar iman dan takwaku lebih bertambah. Aamiin.




Jumat, 21 September 2012

Ceritaku Dengan Ibu



Sabar Menemaniku Sampai Sembuh Dari Operasi


Ketika kelas 4 SD sekitar tahun 2004, saya mengalami demam hingga suhu tubuhku menjadi sangat tinggi. Setelah periksa ke dokter ternyata saya mengidap penyakit radang amandel yang parah. Akhirnya aku dan keluargaku sepakat untuk mengoperasi amandelku di dokter spesialis penyakit tersebut. Aku, Ibu, Ayah dan kakak ku menemaniku di kamar tunggu. Sekitar 1 jam menunggu, akhirnya giliranku tiba. Tidak ada yang berani menemaniku ketika di ruang operasi kecuali Ibu. selama operasi mungkin Ibuku sangat cemas, aku tidak mengetahui apa-apa karena aku dibius total.
  
Ketika sadar, ternyata aku sudah berbaring di ruang tunggu yang tadi. Dan Ibu adalah orang yang pertama kali saya lihat. Aku mencoba bicara,
Aku : (Sebenarnya aku ingin berkata "Mamah") tapi yang terucap hanya "Aaa Aaa Aaa".
Mamah : "Iya sayang, jangan sebut mamah, sebut Allah"
Subhanallah, bagaimana bisa Ibu mengerti apa yang saya katakan, padahal saya tidak mengucapkannya dengan jelas.

Pandanganku masih kabur, dan sedang mencoba mencermati keadaan sekitar. Ternyata Ibu sedang mengelap darah yang keluar dari tenggorokanku. Darah yang keluar dari mulutku sangat banyak dan tenggorokanku terasa ada sesuatu yang hilang / putus sehingga aku tidak bisa bicara. 

Tidak sengaja aku melihat ke bawah ranjang tempat aku berbaring, ternyata ada 3 tempat sampah yang berisi tisu dengan bekas darah. Sebanyak itukah darah yang keluar dari mulutku ? dan apakah hanya Ibu seorang yang melakukan ini semua ?, sementara Ayah dan kakakku tidak ada yang berani menemaniku dalam keadaan seperti kambing disembelih, kecuali Ibu. Hingga pulang ke rumah Ibuku lah yang masih sabar menemaniku. Ibulah yang menyuapiku hingga sembuh. Aku belum berani makan sendiri karena tenggorokanku masih terasa sakit, dan hanya makan makanan yang halus. Ibulah yang memberiku semangat, melatihku bicara, dan melatihku untuk bisa makan dengan normal kembali.
Terima kasih Ibu atas semua jasa-jasa mu.
  

 IImam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliauberkata dalam kitabnya Al-Kabaair, tentang perjuangan seorang ibu

  • Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh, tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.

  • Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.

  • Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
 

Kamis, 13 September 2012

MOTTO hidupku

               ^^ Allah dulu, Allah lagi, Allah terus ^^


^^  Ganti penyesalan dengan rasa syukur. ^^

^^ Takut itu indah jika yang kita takuti itu indah. ^^
 
^^ Melangkah itu beresiko, tapi tidak melangkah itu lebih beresiko. ^^ (Mario Teguh)

^^ Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia.^^ (Mario Teguh)

^^ Ada dua cara belajar untuk hidup, yaitu belajar dari orang yang berhasil dan belajar dari orang yang gagal dalam hidupnya.^^

^^ Jangan takut mengambil langkah besar, karena kita kita tidak bisa melewati lubang yang besar dengan hanya mengambil langkah kecil. ^^ 

^^Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.^^

^^ Don't stop to learning until whenever.^^

Rabu, 12 September 2012

Ceritaku Menjenguk Orang Sakit



Menyaksikan Sakarotul Maut

Ketika itu aku mendengar tetanggaku sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, dan kebetulan ibuku mengajakku untuk menjenguknya. Setelah sampai di rumah sakit dan masuk ke ruangannya, ternyata tetangga saya itu sedang tidur. Ketika aku dan ibuku sedang berdo'a untuk kesembuhannya, tiba-tiba tetanggaku itu meronta-ronta seperti orang kesakitan, semua orang yang berada di ruangan tersebut panik. Ternyata tetanggaku itu sedang mengalami sakarotul maut, kamipun berinisiatif membaca surat Yasin. Setelah 10 menit menglami sakarotul maut, akhirnya dia meninggal dunia.

Dan itulah pertama kalinya saya menyaksikan orang sakarotul maut. Ternyata sakarotul itu sangat mengerikan.
Kita sebagai umat muslim dianjurkan menjenguk orang yang sedang sakit terutama kerabat dekat kita.
 Rasululloh pernah bersapda dalam haditsnya : 
   "Seseorang yang pada sore hari menjenguk orang sakit, maka saat keluar diiringi oleh tujuh puluh ribu maliakat yang memohon ampun untuknya hingga pagi hari dan barang siapa yang menjenguknya pada pagi hari maka saat dia keluar, diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang memohon ampun untuknya hingga sore hari." Shahih Jami'.